Senin, 22 Januari 2018

MENARIK ... Membuat Request For Proposal dapat memperluas relasi perusahaan.

04.16.00 0 Comments

Request For Proposal : Pengadaan Managed Service dan Aplikas dan Hardware Bukti Timbang Barang (BTB) GA Cargo - PT. AERO SYSTEMS INDONESIA




02 Februari 2016

PT. POS Indonesia

Bintaro Jaya , Tangerang Selatan

Yth, Bapak Agus F.

Memprioritaskan kecepatan, keakuratan, serta keefisienan dalam menghadapi permintaan pelanggan yang semakin variatif, diperlukan pengoptimalisasian dalam Standart Prosedur dan juga dibutuhkan Teknologi yang dapat mendukung kinerja operasional warehouse, sehingga dapat membantu memaksimalkan pelayanan perusahaan Anda dan diharapkan akan berpengaruh pada peningkatan sales dan revenue dari Garuda Indonesia Cargo.

Latar Belakang dan Sasaran
Seperti yang sudah diketahui bahwa perusahaan Anda sangat mengedepankan kepuasan pelanggan dengan cara memaksimalkan waktu pengiriman, dengan hadirnya PT Aero Systems Indonesia yaitu Perusahaan IT Provider dimana merupakan Anak Perusahaan dari PT Garuda Indonesia (Persero) dan PT Aerowisata, selanjutnya disebut "ASYST" GA Cargo merupakan salah satu SBU dari Garuda Indonesia, Aero Systems Indonesia dalam rangka menyediakan layanan IT. Salah satu dukungan teknologi dalam optimalisasi cargo handling yang sudah berjalan saat ini yaitu penerapan aplikasi dan hardware Bukti Timbang Barang (BTB). Dalam pelaksanaan proses Pengadaan ini, ASYST mengacu kepada ketentuan dan peraturan yang berlaku dilingkungan ASYST.
Pengembangan dan Manage Service Aplikasi Bukti Timbang Barang (BTB) bertujuan untuk :
1.   Mendapatkan aplikasi yang komprehensif dan informatif dari akfitivitas bisnis.
2. Meningkatkan ketepatan dan kecepatan dalam melayani pelanggan sehingga akan mengurangi antrian yang terjadi.
3. Pengurangan human error sehingga mengurangi resiko claim yang diakibatkan cargo hilang sebesar 50%.
4. Meningkatkan layanan lebih dari 100 Agent dan CSC sehingga dapat meningkatkan
customer satisfaction.

Rencana Usulan
Atas dasar pengalaman kami dalam melakukan banyak kegiatan pengiriman. PT AERO SYSTEMS INDONESIA mengusulkan rencana berikut ini:

Analisis Lingkup Pekerjaan. Adapun lingkup pekerjaan Pengembangan Bukti timbang barang yang akan dilakukan adalah:
1.    Penambahan kiosk di CSC sebanyak 1 buah lengkap dengan PC, Printer dan Aplikasi, di area CSC Cargo Garuda, Bandara Soekarno Hatta. Kiosk yang terpasang di CSC tetap terkoneksi dengan jaringan lokal GARUDA sehingga tetap mendapatkan FBL dari skychain. Detail kiosk adalah sebagai berikut :
·         Kiosk and fan + Application Display 17" LCD,
·         Wired keyboard + mouse
·         Laser scanner wireless
·         Processor lntel i5 CPU HDD 250G
·         Memory 2GB
·         Original Windows installed
·         Printer ribbon thermal (spesifikasi sama dengan printer pada poin 3)
2.       Penyediaan 1 unit printer thermal transfer untuk barcode standar, untuk memprint label barcode langsung dari aplikasi skychain pada area CSC Cargo Garuda, Bandara Soekarno Hatta.
3.     Dilakukan penambahan printer ribbon thermal untuk mencetak BTB ukuran 5 inch, khususnya di area domestik sebanyak 7 buah, printer dapat mencetak pada media sticker yang mengindikasikan jumlah berat, nomor koli, nomor AWB, tujuan, dan remark.
4.    Dilakukan pembelian 11 laser scanner wireless, scanner harus terhubung dengan 7 kiosk pada area domestik dan 4 area internasional. Scanner harus dapat membaca barcode yang berisi nomor AWB dan menginputnya kedalam kiosk.
5.      Dilakukan pengembangan di sisi aplikasi BTB, sehingga dimungkinkan untuk scanning barcode yang dikeluarkan oleh Cargo Agent, sehingga input nomor AWB di aplikasi BTB tidak dilakukan secara manual, serta dilakukan perubahan konfigurasi agar BTB dapat memprint dengan menggunakan printer ribbon thermal (sesuai dengan printer pada poin 3).
6.     Diberlakukannya managed service selama 12 bulan untuk total seluruh 12 kiosk BTB terhadap layanan aplikasi BTB, sehingga menjamin ketersediaan sistem pada saat yang dibutuhkan, dan terhadap usaha untuk menjaga business continuity. Detail managed service adalah sebagai berikut :
                    i.    Dukungan dan Layanan Maintenance Hardware & Software
a.       Helpdesk 24x7
b. Health check kiosk, aplikasi dan server yang dilakukan secara periodik, termasuk kebersihan fisik perangkat kiosk BTB.
c.       Dukungan aplikasi dan infrastrur.
d.  Garansi seluruh komponen kiosk dan perangkat pendukung selama 12 (dua belas) bulan.
e.       Backup Hardware untuk kelancaran Operasional (selama masa garansi)
ii.    Dukungan data backup historical file pada server serta perawatan server.
7.    Service Level Agreement untuk managed service BTB adalah sebagai berikut:
a.         SLA Availability aplikasi dan hardware BTB adalah 99,8%
b.         Long outage maksimal selama 120 menit per kiosk BTB.
c.         SLA respond time untuk helpdesk yaitu 15 menit.
d.        SLA resolve time yaitu maksimum 90 menit.

Laporan. Bapak akan menerima laporan akhir dengan dari hasil analisis yang terbilang jelas. Staf ahli kami akan menarik kesimpulan berdasarkan hasil. Laporan akan mencakup tabel yang merangkum semua tanggapan, terbagi menjadi pilihan dan standar klien.

Jadwal. Dengan persetujuan Anda, jadwal berikut telah diatur untuk Anda :
No.
Kegiatan
Waktu Pelaksanaan
1
Rapat Pembahasan
03 Februari 2016
2
Penyerahan Proposal Harga dan Teknis
04 Februari 2016
3
Klasifikasi Teknis dan Negosiasi
04 Februari 2016
4
Penilaian Aspek Teknis
05 Februari 2016
5
Usulan Pengadaan
08 Februari 2016

Tenaga Kerja
PT AERO SYSTEMS INDONESIA adalah Perusahaan IT Provider yang akan menseleksi setiap tenaga kerja yang akan bergabung. Sehingga memiliki Sumber Daya Manusia yang kompeten.

Biaya

1.    Bea meterai, ongkos-ongkos serta biaya-biaya lain yang timbul akibat pelaksanaan pekerjaan akan menjadi beban dan tanggung jawab pemenang
2.    Pajak ditanggung oleh masing-masing pihak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku
3.    Validity Price berlaku untuk 1 bulan

Otorisasi
Kami akan meyakinkan bapak, bahwa perusahaan kami akan memberikan pelayanan yang terbaik demi kepuasan pelanggan perusahan bapak, dan demi terjalinnya kerjasama yang baik. Pelaksanaan Pekerjaan dilakukan setelah SPK diterima oleh Vendor.

Sumber :
Request For Proposal : Pengadaan Managed Service dan Aplikas dan Hardware Bukti Timbang Barang (BTB) GA Cargo PT. AERO SYSTEMS INDONESIA (Februari 2016)

https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=33&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwjm2Kyn6erYAhWBbrwKHe0OAko4HhAWCDgwAg&url=http%3A%2F%2Fwww.dermagahosting.com%2Ftjutjuk%2FAsyst%2FBTB%2FRFP%2520BTB%2520Enhancement%2520-%2520GA%2520Cargo.pdf&usg=AOvVaw2Dz16YHkjK4iWLarvRvgf2 
(Akses : 20 Januari 2018)


Disclaimer :
  1. Segala macam contoh tulisan ini adalah murni untuk tujuan informasi saja dan hanya sebatas kepentingan untuk nilai tugas. Jangan bertindak berdasarkan apapun setelah anda mengikuti artikel-artikel dalam tulisan ini. Jika anda bertindak berdasarkan informasi ini, anda berarti bertindak dengan resiko anda sendiri.
  2. Saya tidak menjamin bahwa informasi dalam artikel adalah akurat dan lengkap, dan tidak memiliki tanggung jawab atas isi dari artikel terkait. Jika anda bertindak berdasarkan apa yang telah and Anda baca dan terjadi sesuatu yang negative, saya tidak bertanggung jawab secara hukum
  3. Saya tidak memberikan jaminan apapun mengenai akurasi informasi yang diberikan. Setiap kesalahan akan informasi yang diberikan, jika ditemukan dapat disampaikan kepada pihak pengelola situs. Pengelola situs tidak bertanggung jawab atas kesalahan, kelalaian atau kerusakan yang disebabkan oleh penggunaan informasi yang terkandung disini.
  4. Semua pengguna diperbolehkan untuk mengunduh dan mencetak, akan tetapi tanpa mempublikasikan ulang artikel dari tulisan ini di internet untuk tujuan apapun meski menyertakan hyperlink.

Sabtu, 04 November 2017

PROYEK PEMBANGUNAN 4 FLYOVER DI BREBES DERMOLENG, KLONENGAN, KRETEK, DAN KESAMBI

18.35.00 0 Comments


Progress Report


Tanggal                 : 4 November 2017

To                          : Pembaca


From                     : Mutia Kasih

Subjek                  : PEMBANGUNAN 4 FLYOVER DI BREBES DERMOLENG, KLONENGAN, KRETEK, KESAMBI.


Laporan ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan serta hasil dari proyek pemerintah yaitu pembangunan 4 flyover di brebes dermoleng, klonengan, kretek, dan kesambi yang telah dioperasikan.

Latar Belakang :
Mulai dari ratusan hingga puluh ribuan kendaraan berlalu lalang di setiap harinya. Menyebabkan bertambah pula kemacetan di jalan utama, maupun alternatif. Terutama pada saat arus mudik Lebaran, begitupun jalur mudik Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes - Jawa Tengah, yang bersangkutan langsung dengan perlintasan sebidang kereta api (jalur kereta api) .
Dimana pada hari biasa terdapat 72 kali perlintasan kereta api, di setiap melintas memakan waktu lima menit atau per harinya mencapai enam jam untuk penutupan jalan. Ketika arus mudik, terjadi peningkatan perlintasan kereta api menjadi sekitar 92 kali perhari atau lebih dari tujuh jam pemberhentian dalam sehari.
Menteri Basuki mengungkapkan pembangunan flyover sangat penting untuk membantu mengurangi kemacetan saat arus mudik akibat penutupan jalan ketika kereta api melintas. Maka dari itu, dibuatlah proyek Pembangunan 4 Flyover di Brebes Dermoleng, Klonengan, Kretek, dan Kesambi.




“Ilustrasi. Proyek 4 flyover yang bersinggungan dengan jalur kereta api yang akan dibuat sebelum musim mudik liburan  2017”


Deskripsi Proyek :

Flyover Dermoleng
Flyover Klonengan
Flyover Kesambi
Flyover Kretek
Nilai Investasi
Rp 64 miliar
Rp 112 miliar
Rp 58 miliar
Rp 82 miliar
Kontraktor
PT Adhi Karya (Persero) Tbk-CDI KSO
PT Hutama Karya
PT Brantas Abipraya
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Lokasi
Brebes – Jawa Tengah
Tegal – Jawa Tengah
Tegal – Jawa Tengah
Brebes – Jawa Tengah
Penanggung Jawab Proyek
Kementrian PUPR
Kementrian PUPR
Kementrian PUPR
Kementrian PUPR
Rencana Mulai Kontruksi
November 2016
November 2016
November 2016
November 2016
Rencana Operasi
Juni 2017
Juni 2017
Juni 2017
Juni 2017





Pekerjaan yang telah selesai :

Pertama, untuk Jalan Layang Dermoleng-Ketanggungan sepanjang 650 meter oleh kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk progresnya 8% yaitu masih berupa grouting dan bored pile per 12 Februari 2017 dengan kesepakatan selesai pada 16 Juni 2017.



"Foto perlintasan sebidang jalur dermoleng sebelum flyover dermoleng dibuat"




"Foto jalur dermoleng setelah flyover dermoleng dibuat"

Kedua, untuk Jalan Layang Klonengan-Prupuk sepanjang 1.011 meter, realisasinya 11,910% dari rencana 14,960% dengan perkembangan yang sudah sampai pada abutmen jembatan rangka, pengerjaan bored pile, dan persiapan badan jalan trase per 12 Februari 2017 yang diharapkan selesai, dan operasional pada 18 Juni 2017.


"Foto perlintasan sebidang jalur Klonengan sebelum flyover Klonengan dibuat"




"Foto jalur Klonengan setelah flyover Klonengan dibuat"

Ketiga adalah Jalan Layang Kesambi dengan panjang 470 meter. Realisasinya sudah 6,210 % dari rencana 6,89% per 12 Februari 2017 yang disepakati bisa beroperasi pada 16 Juni 2017.


"Foto perlintasan sebidang jalur Kesambi sebelum flyover Kesambi dibuat"




''Foto jalur Kesambi setelah flyover Kesambi dibuat"

Terakhir Jalan Layang Kretek dengan panjang 700 meter. Progres per 12 Februari 2017 baru 2,300% dari rencana 6,410% yang rencana akan rampung pada 15 Juni 2017.



"Foto perlintasan sebidang jalur Kretek sebelum flyover Kretek dibuat"


''Foto jalur Kretek setelah flyover Kretek dibuat"

FO yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM) tersebut akhirnya rampung pekerjaannya dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang didampingi oleh Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII Achmad Herry Marzuki pada 25 Oktober 2017.
Pembangunan keempat FO tersebut terbilang cepat karena menggunakan teknologi Corrugated Mortarbusa Pusjatan (CMP). Pekerjaannya dikebut siang dan malam sejak November 2016, yang tercepat adalah Dermoleng dan Klonengan hanya menghabiskan waktu 4,5 bulan pekerjaannya. Sedangkan yang terakhir Kretek menghabiskan 6 bulan pekerjaan konstruksi.
Proyek bekerja dengan lembur 24 jam, menggunakan 3 shift dengan pekerja mencapai 350 orang.

Pekerjaan yang akan diselesaikan (aktivitas, pelaksanaan, metode, dan lokasi) :
Merapihkan flyover agar sesempurna mungkin, memperketat keamanan akan kontruksi pembangunan keempat flyover tersebut yang terbilang cepat karena menggunakan teknologi Corrugated Mortarbusa Pusjatan (CMP), CMP ini sendiri adalah teknologi yang dikembangkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Balitbang Kementerian PUPR. Teknologi ini merupakan pengembangan teknologi timbunan ringan mortar busa dengan struktur baja bergelombang.
Kelebihan CMP adalah masa konstruksi yang lebih cepat 50 persen. Jika dibandingkan untuk konstruksi beton umumnya memakan waktu 12 bulan, CMP hanya memerlukan enam bulan.
Kelebihan lainnya adalah bentangan konstruksi jembatan yang panjang dengan lengkungan jembatan dapat mencapai 36 meter sehingga mampu mengakomodasi hingga delapan lajur kendaraan di bawah jembatan.
Pelaksanaan konstruksi CMP juga tidak mengharuskan penutupan jalur kendaraan sehingga memberikan dampak yang sangat kecil terhadap kemacetan di sekitar lokasi konstruksi.
CMP memiliki nilai estetis sehingga dapat menjadi suatu lanskap dan bahkan bisa menjadi landmark suatu kawasan.

Antisipasi dari berbagai masalah :

v  Karena berada di atas perlintasan sebidang kereta api, tentunya pembangunan tidak boleh mengganggu jalannya kereta api. Sehingga dalam pekerjaannya, Wahyu mengatur agar sesuai dengan waktu jeda yang diberikan oleh kereta api.

v  Menteri PUPR Basuki Hadimuljono terus memantau perkembangan pembangunan 4 flyover dengan sering turun langsung mengunjungi lokasi proyek.

v  Pembebasan lahan karena luas lahannya rata-rata di bawah lima hektar.

v  Kementerian PUPR telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kepolisian Daerah untuk pengalihan arus lalu lintas sampai dengan pertengahan Juni 2017, terutama untuk menjamin kelancaran logistik dari Jawa Barat ke Purwokerto maupun ke Yogyakarta dan sebaliknya.

v  Menteri Basuki berpesan agar pengalihan sementara ini tidak mengganggu jalur logistik dan untuk itu aspek pengaturan arus lalu lintas dan aspek geometri jalan harus benar-benar matang.

                 Pemerintah terkait merencanakan proyek ini akan rampung sepenuhnya pada Juni 2017.




       Referensi :













Follow me @mutiakasih27