Sabtu, 04 November 2017

PROYEK PEMBANGUNAN 4 FLYOVER DI BREBES DERMOLENG, KLONENGAN, KRETEK, DAN KESAMBI



Progress Report


Tanggal                 : 4 November 2017

To                          : Pembaca


From                     : Mutia Kasih

Subjek                  : PEMBANGUNAN 4 FLYOVER DI BREBES DERMOLENG, KLONENGAN, KRETEK, KESAMBI.


Laporan ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan serta hasil dari proyek pemerintah yaitu pembangunan 4 flyover di brebes dermoleng, klonengan, kretek, dan kesambi yang telah dioperasikan.

Latar Belakang :
Mulai dari ratusan hingga puluh ribuan kendaraan berlalu lalang di setiap harinya. Menyebabkan bertambah pula kemacetan di jalan utama, maupun alternatif. Terutama pada saat arus mudik Lebaran, begitupun jalur mudik Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes - Jawa Tengah, yang bersangkutan langsung dengan perlintasan sebidang kereta api (jalur kereta api) .
Dimana pada hari biasa terdapat 72 kali perlintasan kereta api, di setiap melintas memakan waktu lima menit atau per harinya mencapai enam jam untuk penutupan jalan. Ketika arus mudik, terjadi peningkatan perlintasan kereta api menjadi sekitar 92 kali perhari atau lebih dari tujuh jam pemberhentian dalam sehari.
Menteri Basuki mengungkapkan pembangunan flyover sangat penting untuk membantu mengurangi kemacetan saat arus mudik akibat penutupan jalan ketika kereta api melintas. Maka dari itu, dibuatlah proyek Pembangunan 4 Flyover di Brebes Dermoleng, Klonengan, Kretek, dan Kesambi.




“Ilustrasi. Proyek 4 flyover yang bersinggungan dengan jalur kereta api yang akan dibuat sebelum musim mudik liburan  2017”


Deskripsi Proyek :

Flyover Dermoleng
Flyover Klonengan
Flyover Kesambi
Flyover Kretek
Nilai Investasi
Rp 64 miliar
Rp 112 miliar
Rp 58 miliar
Rp 82 miliar
Kontraktor
PT Adhi Karya (Persero) Tbk-CDI KSO
PT Hutama Karya
PT Brantas Abipraya
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Lokasi
Brebes – Jawa Tengah
Tegal – Jawa Tengah
Tegal – Jawa Tengah
Brebes – Jawa Tengah
Penanggung Jawab Proyek
Kementrian PUPR
Kementrian PUPR
Kementrian PUPR
Kementrian PUPR
Rencana Mulai Kontruksi
November 2016
November 2016
November 2016
November 2016
Rencana Operasi
Juni 2017
Juni 2017
Juni 2017
Juni 2017





Pekerjaan yang telah selesai :

Pertama, untuk Jalan Layang Dermoleng-Ketanggungan sepanjang 650 meter oleh kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk progresnya 8% yaitu masih berupa grouting dan bored pile per 12 Februari 2017 dengan kesepakatan selesai pada 16 Juni 2017.



"Foto perlintasan sebidang jalur dermoleng sebelum flyover dermoleng dibuat"




"Foto jalur dermoleng setelah flyover dermoleng dibuat"

Kedua, untuk Jalan Layang Klonengan-Prupuk sepanjang 1.011 meter, realisasinya 11,910% dari rencana 14,960% dengan perkembangan yang sudah sampai pada abutmen jembatan rangka, pengerjaan bored pile, dan persiapan badan jalan trase per 12 Februari 2017 yang diharapkan selesai, dan operasional pada 18 Juni 2017.


"Foto perlintasan sebidang jalur Klonengan sebelum flyover Klonengan dibuat"




"Foto jalur Klonengan setelah flyover Klonengan dibuat"

Ketiga adalah Jalan Layang Kesambi dengan panjang 470 meter. Realisasinya sudah 6,210 % dari rencana 6,89% per 12 Februari 2017 yang disepakati bisa beroperasi pada 16 Juni 2017.


"Foto perlintasan sebidang jalur Kesambi sebelum flyover Kesambi dibuat"




''Foto jalur Kesambi setelah flyover Kesambi dibuat"

Terakhir Jalan Layang Kretek dengan panjang 700 meter. Progres per 12 Februari 2017 baru 2,300% dari rencana 6,410% yang rencana akan rampung pada 15 Juni 2017.



"Foto perlintasan sebidang jalur Kretek sebelum flyover Kretek dibuat"


''Foto jalur Kretek setelah flyover Kretek dibuat"

FO yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM) tersebut akhirnya rampung pekerjaannya dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang didampingi oleh Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII Achmad Herry Marzuki pada 25 Oktober 2017.
Pembangunan keempat FO tersebut terbilang cepat karena menggunakan teknologi Corrugated Mortarbusa Pusjatan (CMP). Pekerjaannya dikebut siang dan malam sejak November 2016, yang tercepat adalah Dermoleng dan Klonengan hanya menghabiskan waktu 4,5 bulan pekerjaannya. Sedangkan yang terakhir Kretek menghabiskan 6 bulan pekerjaan konstruksi.
Proyek bekerja dengan lembur 24 jam, menggunakan 3 shift dengan pekerja mencapai 350 orang.

Pekerjaan yang akan diselesaikan (aktivitas, pelaksanaan, metode, dan lokasi) :
Merapihkan flyover agar sesempurna mungkin, memperketat keamanan akan kontruksi pembangunan keempat flyover tersebut yang terbilang cepat karena menggunakan teknologi Corrugated Mortarbusa Pusjatan (CMP), CMP ini sendiri adalah teknologi yang dikembangkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Balitbang Kementerian PUPR. Teknologi ini merupakan pengembangan teknologi timbunan ringan mortar busa dengan struktur baja bergelombang.
Kelebihan CMP adalah masa konstruksi yang lebih cepat 50 persen. Jika dibandingkan untuk konstruksi beton umumnya memakan waktu 12 bulan, CMP hanya memerlukan enam bulan.
Kelebihan lainnya adalah bentangan konstruksi jembatan yang panjang dengan lengkungan jembatan dapat mencapai 36 meter sehingga mampu mengakomodasi hingga delapan lajur kendaraan di bawah jembatan.
Pelaksanaan konstruksi CMP juga tidak mengharuskan penutupan jalur kendaraan sehingga memberikan dampak yang sangat kecil terhadap kemacetan di sekitar lokasi konstruksi.
CMP memiliki nilai estetis sehingga dapat menjadi suatu lanskap dan bahkan bisa menjadi landmark suatu kawasan.

Antisipasi dari berbagai masalah :

v  Karena berada di atas perlintasan sebidang kereta api, tentunya pembangunan tidak boleh mengganggu jalannya kereta api. Sehingga dalam pekerjaannya, Wahyu mengatur agar sesuai dengan waktu jeda yang diberikan oleh kereta api.

v  Menteri PUPR Basuki Hadimuljono terus memantau perkembangan pembangunan 4 flyover dengan sering turun langsung mengunjungi lokasi proyek.

v  Pembebasan lahan karena luas lahannya rata-rata di bawah lima hektar.

v  Kementerian PUPR telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kepolisian Daerah untuk pengalihan arus lalu lintas sampai dengan pertengahan Juni 2017, terutama untuk menjamin kelancaran logistik dari Jawa Barat ke Purwokerto maupun ke Yogyakarta dan sebaliknya.

v  Menteri Basuki berpesan agar pengalihan sementara ini tidak mengganggu jalur logistik dan untuk itu aspek pengaturan arus lalu lintas dan aspek geometri jalan harus benar-benar matang.

                 Pemerintah terkait merencanakan proyek ini akan rampung sepenuhnya pada Juni 2017.




       Referensi :













Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow me @mutiakasih27