PROYEK PEMBANGUNAN 4 FLYOVER DI BREBES DERMOLENG, KLONENGAN, KRETEK, DAN KESAMBI
Unknown
18.35.00
0 Comments
Progress Report
To : Pembaca
From : Mutia Kasih
Subjek : PEMBANGUNAN 4 FLYOVER DI BREBES DERMOLENG, KLONENGAN, KRETEK, KESAMBI.
Laporan ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan serta hasil dari proyek pemerintah yaitu pembangunan 4 flyover di brebes dermoleng, klonengan, kretek, dan kesambi yang telah dioperasikan.
Latar Belakang :
Mulai dari ratusan hingga puluh ribuan kendaraan
berlalu lalang di setiap harinya. Menyebabkan bertambah pula kemacetan di jalan
utama, maupun alternatif. Terutama pada saat arus mudik Lebaran, begitupun
jalur mudik Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes - Jawa Tengah, yang
bersangkutan langsung dengan perlintasan sebidang kereta api (jalur kereta api)
.
Dimana pada hari biasa terdapat 72 kali perlintasan kereta api, di setiap melintas
memakan waktu lima menit atau per harinya mencapai enam jam untuk penutupan
jalan. Ketika arus mudik, terjadi peningkatan perlintasan kereta api menjadi
sekitar 92 kali perhari atau lebih dari tujuh jam pemberhentian dalam sehari.
Menteri Basuki mengungkapkan pembangunan flyover sangat
penting untuk membantu mengurangi kemacetan saat arus mudik akibat penutupan
jalan ketika kereta api melintas. Maka dari itu, dibuatlah proyek Pembangunan 4 Flyover di Brebes Dermoleng, Klonengan, Kretek, dan Kesambi.
“Ilustrasi. Proyek 4 flyover yang bersinggungan dengan jalur kereta api yang akan dibuat sebelum musim mudik liburan 2017”
Deskripsi Proyek :
Flyover Dermoleng
|
Flyover Klonengan
|
Flyover Kesambi
|
Flyover Kretek
|
|
Nilai
Investasi
|
Rp 64 miliar
|
Rp 112 miliar
|
Rp 58 miliar
|
Rp 82 miliar
|
Kontraktor
|
PT Adhi Karya
(Persero) Tbk-CDI KSO
|
PT Hutama Karya
|
PT Brantas Abipraya
|
PT Adhi Karya
(Persero) Tbk
|
Lokasi
|
Brebes –
Jawa Tengah
|
Tegal – Jawa
Tengah
|
Tegal – Jawa
Tengah
|
Brebes –
Jawa Tengah
|
Penanggung
Jawab Proyek
|
Kementrian
PUPR
|
Kementrian
PUPR
|
Kementrian
PUPR
|
Kementrian
PUPR
|
Rencana
Mulai Kontruksi
|
November
2016
|
November
2016
|
November
2016
|
November
2016
|
Rencana
Operasi
|
Juni 2017
|
Juni 2017
|
Juni 2017
|
Juni 2017
|
Pekerjaan yang telah selesai :
Pertama, untuk Jalan Layang Dermoleng-Ketanggungan
sepanjang 650 meter oleh kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk progresnya 8%
yaitu masih berupa grouting dan bored pile per 12 Februari 2017 dengan
kesepakatan selesai pada 16 Juni 2017.
"Foto
perlintasan sebidang jalur dermoleng sebelum flyover dermoleng dibuat"
"Foto
jalur dermoleng setelah flyover dermoleng dibuat"
Kedua,
untuk Jalan Layang Klonengan-Prupuk sepanjang 1.011 meter, realisasinya 11,910%
dari rencana 14,960% dengan perkembangan yang sudah sampai
pada abutmen jembatan rangka, pengerjaan bored pile, dan
persiapan badan jalan trase per 12 Februari 2017 yang diharapkan selesai, dan
operasional pada 18 Juni 2017.
"Foto
perlintasan sebidang jalur Klonengan sebelum flyover Klonengan dibuat"
"Foto
jalur Klonengan setelah flyover Klonengan dibuat"
Ketiga
adalah Jalan Layang Kesambi dengan panjang 470 meter. Realisasinya sudah 6,210
% dari rencana 6,89% per 12 Februari 2017 yang disepakati bisa beroperasi pada
16 Juni 2017.
"Foto perlintasan sebidang jalur Kesambi sebelum flyover Kesambi dibuat"
''Foto
jalur Kesambi setelah flyover Kesambi dibuat"
Terakhir
Jalan Layang Kretek dengan panjang 700 meter. Progres per 12 Februari 2017 baru
2,300% dari rencana 6,410% yang rencana akan rampung pada 15 Juni 2017.
"Foto perlintasan sebidang jalur Kretek sebelum flyover Kretek dibuat"
''Foto jalur Kretek setelah flyover Kretek dibuat"
FO
yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
melalui Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM) tersebut akhirnya rampung
pekerjaannya dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang
didampingi oleh Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII Achmad Herry
Marzuki pada 25 Oktober 2017.
Pembangunan
keempat FO tersebut terbilang cepat karena menggunakan teknologi Corrugated
Mortarbusa Pusjatan (CMP). Pekerjaannya dikebut siang dan malam sejak
November 2016, yang tercepat adalah Dermoleng dan Klonengan hanya menghabiskan
waktu 4,5 bulan pekerjaannya. Sedangkan yang terakhir Kretek menghabiskan 6
bulan pekerjaan konstruksi.
Proyek
bekerja dengan lembur 24 jam, menggunakan 3 shift dengan pekerja
mencapai 350 orang.
Pekerjaan yang akan diselesaikan
(aktivitas, pelaksanaan, metode, dan lokasi) :
Merapihkan
flyover agar sesempurna mungkin, memperketat keamanan akan kontruksi
pembangunan keempat flyover tersebut yang terbilang cepat karena menggunakan
teknologi Corrugated Mortarbusa Pusjatan (CMP), CMP ini sendiri adalah
teknologi yang dikembangkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan
Jembatan (Pusjatan) Balitbang Kementerian PUPR. Teknologi ini merupakan
pengembangan teknologi timbunan ringan mortar busa dengan struktur baja
bergelombang.
Kelebihan
CMP adalah masa konstruksi yang lebih cepat 50 persen. Jika dibandingkan untuk
konstruksi beton umumnya memakan waktu 12 bulan, CMP hanya memerlukan enam
bulan.
Kelebihan
lainnya adalah bentangan konstruksi jembatan yang panjang dengan lengkungan
jembatan dapat mencapai 36 meter sehingga mampu mengakomodasi hingga delapan
lajur kendaraan di bawah jembatan.
Pelaksanaan
konstruksi CMP juga tidak mengharuskan penutupan jalur kendaraan sehingga
memberikan dampak yang sangat kecil terhadap kemacetan di sekitar lokasi
konstruksi.
CMP
memiliki nilai estetis sehingga dapat menjadi suatu lanskap dan bahkan bisa
menjadi landmark suatu kawasan.
Antisipasi dari
berbagai masalah :
v Karena
berada di atas perlintasan sebidang kereta api, tentunya pembangunan tidak
boleh mengganggu jalannya kereta api. Sehingga dalam pekerjaannya, Wahyu
mengatur agar sesuai dengan waktu jeda yang diberikan oleh kereta api.
v Menteri
PUPR Basuki Hadimuljono terus memantau perkembangan pembangunan 4 flyover
dengan sering turun langsung mengunjungi lokasi proyek.
v Pembebasan
lahan karena luas lahannya rata-rata di bawah lima hektar.
v Kementerian
PUPR telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan
Kepolisian Daerah untuk pengalihan arus lalu lintas sampai dengan pertengahan
Juni 2017, terutama untuk menjamin kelancaran logistik dari Jawa Barat ke
Purwokerto maupun ke Yogyakarta dan sebaliknya.
v Menteri Basuki berpesan agar pengalihan sementara ini tidak mengganggu jalur logistik dan untuk itu aspek pengaturan arus lalu lintas dan aspek geometri jalan harus benar-benar matang.
Pemerintah terkait
merencanakan proyek ini akan rampung sepenuhnya pada Juni 2017.
Referensi :








