Senin, 01 Desember 2014

ILMU BUDAYA DASAR - BAB 8 MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

23.30.00 0 Comments


MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP


Pengertian Pandangan Hidup

Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu is menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arts pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hash pemikiran manusia berdasaikan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hash pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Hash pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar ini manusia menerima hash pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk-yang disebut pandangan hidup.
Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :

a.       Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
b.      Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang tendapat pada negara tersebut.


c.       Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

ILMU BUDAYA DASAR - BAB 7 MANUSIA DAN KEADILAN

23.28.00 0 Comments


MANUSIA DAN KEADILAN 

                       
A.    Pengertian Keadilan

Arti dari keadilan ada ber macam-macam, aristoteles menyebutkan bahwa keadilan adalah kelayakan dalam tindak manusia, plato mengartikan keadilan sebagai pengendalian diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal, Socrates memproyeksikan keadilan pada pemerintahan dimana pemerintah meripakan pimipinan pokok yg menentukan dinamika masyarakat, kong hu cu berpendapat lain mereka menyebutkan bahwa keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Umumnya keadilan adalapengakuan dan perlakuan antara hak dan kewajiban.

B.    Keadilan Sosial

“keadilan social bagi seeluruh rakyat Indonesia” dalam sila ini terdapat prinsip kesejahtraan sebagai salah satu dasar Negara yg di jelaskan sebagai prinsip “tidak ada kemiskinan di dalam Indonesia merdeka” Utk mewujudkan keadilan social itu, di perinci perbuatan dan sikap yg perlu di pupuk, yakni:

1)      Perbuatan luhur yg mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan
2)      Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak lain
3)      Sikap suka memberi pertolongan kepada org yg memerlukan
4)      Sikap suka bekrja keras


5)      Sikap menghargai hasil arya org lain yg bermanfaat utk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama

ILMU BUDAYA DASAR - BAB 6 MANUSIA DAN PENDERITAAN

23.19.00 0 Comments


MANUSIA DAN PENDERITAAN


A.    Hakekat Manusia


Manusia adalah mahluk Allah yang sempurna dan mulia dibandingkan mahluk Allah lainnya karna manusia dibekali akal ghorizi untuk berpikir dan juga manusia diberi tugas dan peran di muka bumi ini.

Manusia mempunyai dua kedudukan dan tugas. tugas pertama adalah sebagai abdullah, yang artinya adalah sebagai hamba Allah. Sebagai hamba Allah maka manusia harus menuruti kemauan Allah yaitu beribadah karna beribadah adalah menuruti segala perintah, dan tidak boleh membangkang pada-Nya. Tugas keduamanusia adalah sebagai Kalifatullah. Jika tugas manusia adalah sebagai seorang pemimpin, tentu ia harus dapat membangun dunia ini dengan sinergis, dapat melakukan perbaikan-perbaikan, baik antara dirinya dengan alam, maupun antar sesama itu sendiri.

B.    Penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita, kata derita berasal dari bahasa Sanskerta “dhara” artinya menahan, menanggung. Derita berarti menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu ialah keluh kesah, kesengsaraan, kelaparan, kekenyangan, kepanasan, dan lain-lain.

Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat-tidaknya Intensitas penderitaan. Suatu perristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang, belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.

Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat. Penderitaan juga dapat ‘menular’ dari seseorang kepada orang lain, apalagi kalau yang ditulari itu masih sanak saudara.



ILMU BUDAYA DASAR - BAB 5 MANUSIA DAN KEINDAHAN

23.12.00 0 Comments


MANUSIA DAN KEINDAHAN




A.     KEINDAHAN

Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keindahan bersifat universal.

a.       APAKAH KEINDAHAN ITU ?

Keindahan itu adalah suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas.
Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Garis besar estetika”. Menurut asal katanya dalam bahasa Inggris keindahan itu di terjemahkan dengan kata “beautiful” dalam bahasa Perancis “beau” sedang Italia dan Spanyol “bello” berasal dari kata latin “bellum” Akar katanya adalah “bonum” yang berarti kebaikan, kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi “bonellum” dan terakhir di perpendek sehongga di tulis “bellum”.

Perbedaan keindahan menurut luas pengertiannya, yaitu :
a)        Keindahan dalam arti yang luas.
b)        Keindahan dalam arti estetis murni.
c)         Keindahan dalam arti terbartas dalam hubungannya dengan penglihatan.

Pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi :
a)      Keindahan seni
b)      Keindahaan alam
c)       Keindahan moral
d)      Keindahan intelektual

b.      NILAI ESTETIK

Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Nilai adalah suatu kata benda abstrak yang berarti keberhargaan (worth) atau kebaikan (godness).

Tentang nilai itu ada yang membedakan antara nilai subyektif dan nilai obyektif atau ada yang nilai perseorangan dan nilai kemasyarakatan. Tetapi penggolongan yang penting adalah nilai ekstrinsik dan nilai intrinsik.

Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (instrumental/contributory value) yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu. Nilai intrinsik adalah  sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagau suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Contoh : puisi dan tari.

c.       KONTEMPLASI DAN EKSTANS

Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.

d.      APA SEBAB MANUSIA MENCIPTAKAN KEINDAHAN ?

Keindahan pada dasarnya adalah alamiah. Keindahan adalah ciptaan tuhan.
Tujuan seniman menciptakan keindahan, yaitu :
1)      Tata nilai yang telah usang
2)      Kemerosotan zaman
3)      Penderitaan manusia
4)      Keagungan tuhan

e.      KEINDAHAN MENURUT PANDANGAN ROMANTIK

Sesuatu yang indah adalah keriangan selama-lamanya, kemolekkanya bertambah, dan tidak pernah berlalu ketiadaannya. Endymion merupakan penjabaran dari konsep keindahan pada jaman yunani kuno. Orang yang mempunyai konsep keindahan mereka mempunyai negatif capability.

B.     RENUNGAN

Renungan berasal dari kata renung, artinya diam-diam memikirkan sesuatu. Renungan adalah hasil merenung.
Dalam merenung agar menciptakan seni ada beberapa teori, yaitu :

a)      TEORI PENGUNGKAPAN
Seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia. Seni adalah pengungkapan dari kesan-kesan. pengungkapan berarti menciptakan seni dalam dirinya tanpa perlu adanya kegiatan jasmaniah keluar.

b)      TEORI METAFISIK
Teori seni metafisis adalah salah satu teori yang tertua berasal dari plato. Dunia ide adalah taraf tertinggi sebagai realita ilahi. Seni adalah bentuk dari pemahaman terhadap realita.

c)       TEORI PSIKOLOGIS

Proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seorang seniman.

C.     KESERASIAN

Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Pertentangan menghasilkan keserasian.

a)       TEORI OBYEKTIF DAN TEORI SUBYEKTIF
Teori obyektif berpendapat bahwa keindahan adalah sifat yang memang telah melekat pada bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya. Teori subyektif menyatakan bahwa ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri seseorang yang mengamati suatu benda.

b)       TEORI PERIMBANGAN


Teori perimbangan tentang keindahan dipahami dalam arti yang terbatas, yaitu secara kualitatif keindahan sebagai kualita dari benda yang disusun.

ILMU BUDAYA DASAR - BAB 4 MANUSIA DAN CINTA KASIH

23.10.00 0 Comments


MANUSIA DAN CINTA KASIH




A.     PENGERTIAN CINTA KASIH

Menurut kamus bahasa indonesia karya W.J.S Poerwadaminta, Cinta adalah rasa sangat suka atau sayang, ataupun sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan, Kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.

Pengertian tentang cinta di kemukaan oleh Dr.Sarlito W. Sarwono, d ikatakannya bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu keterkaitan, keintiman, dan kemesraan.

Di dalam kitab suci Al-quran  di temui adanya fenomena cinta yang bersembunyi di dalam jiwa manusia. Cinta memiliki tiga tingkatan : tinggi, menengah, dan rendah. Tindakan cinta tersebut di atas adalah berdasarkan firman Allah dalam surat At-taubah ayat 24.

Cinta tingkat tinggi adalah  cinta kepada Allah, Rasulullah dan berjihad di jalan Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat. Cinta tingkat rendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga,kerabat,harta dan tempat tinggal. Beraneka ragam cinta tingkat rendah :
1.       Cinta kepada thagut (setan).
2.       Cinta berdasarkan hawa nafsu.
3.       Cinta yang lebih mengutamakan kecintaan pada orang tua, anak, istri, perniagaan dan tepat tinggal.

Hikmah cinta adalah sangat besar hanya orang yang telah di beri kefahaman dan kecerdasan oleh Allah sajalah yang mampu merenungkannya. Di antara hikmah-hikmah tersebut adalah :
1.       Sesungguhnya cinta itu adalah merupakan ujian yang berat dan pahit dalam kehidupan manusia, karena setiap cinta akan mengalami berbagai macam rintangan.
2.       Bahwa fenomena cinta yang telah melekat di dalam jiwa manusia merupakan pendorong dan pembangkit yang paling besar di dlam melestarikan kehidupan lingkungan.
3.       Bahwa fenomena cinta merupakan faktor utama di dalam kelnjutan hidup manusia dalam kenal-mengenal antar mereka.
4.       Fenomena cinta, jika di perhatikan merupakan pengingat yang paling kuat di dalam hubungan antar anggota keluarga, kerukunan bermasyarakat , mengasihi sesama mahluk hidup, menegakkan keamanan, ketentraman dan keselamatan di segala penjuru bumi.

B.     CINTA MENURUT AJARAN AGAMA

Berbagai bentuk cinta ini bisa kita dapatkan dalam kitab suci Al-Qur’an :
·         Cinta diri.
·         Cinta kepada sesama manusia.
·         Cinta seksual.
·         Cinta kebapakan.
·         Cinta kepada allah.
·         Cinta kepada rasul.
                              
C.     KASIH SAYANG

Kasih sayang adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.

D.    KEMESRAAN

Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam.

E.      PEMUJAAN

Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.

F.      BELAS KASIHAN

Dalam surat Yohanes di jelaskan ada tiga macam cinta. Cinta agape ialah cinta manusia kepda tuhan, Cinta philia ialah cinta ibu bapaknya (orang tua) dan saudara dan ke tiga cinta Amor/eros ialah cinta antara pria dan wanita.
Cara - cara menumpahkan belas kasihan bergantung kepada situasi dan kondisi.

G.    CINTA KASIH EROTIS

Cinta kasih erotis yaitu kehausan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang lainnya. Cinta kasih erotis bersifat eksklusif, bukan universal, dan cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya. Cinta kasih erotis kerap kali dicampur baurkan dengan pengalaman ynag eksplosif berupa jatuh cinta. Jika cinta kasih erotis tidak merupakan cinta kasih kesaudaraan, ia hanya akan membawa kita kepada penyatuan yang bersifat orgiastis dan sementara saja. Dalam cinta kasih erotis terdapat eksklusivitas yang tidak terdapat dalam cinta kasih persaudaraan dan cinta kasih keibuan.



Dengan demikian maka baik pandangan cinta kasih erotis merupakan antraksi individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain dari pada perbuatan kemauan, kedua-duanya benar, atau lebih tepat jika di katakan bahwa tidak terdapat pada yang satu, juga tidak pada orang lain.

ILMU BUDAYA DASAR - BAB 3 KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSTRAAN

23.07.00 0 Comments


KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSTRAAN



A.     PENDEKATAN KESUSTRAAN

IBD, yang semula dinamakan Basic Humanities, berasal dari bahasa Inggris thr humanities. Istilah ini berasal dari bahasa Latin Humanus, yang berarti manusiawi, lebih berbudaya, dan lebih halus.

Sastra memiliki peranan penting. Karena mempergunakan bahasa, sastra lebih mudah berkomunikasi karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi, dan sastra juga didukung oleh cerita.

Orientasi the Humanities adalah ilmu : Dengan mempelajari satu sebagai dari disiplin ilmu yang mencakup dalam the humanities, mahasiswa di harapkan dapat menjadi homo humanus yang lebih baik.

B.     ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA

Istilah prosa banyak pandangannya. Kadang-kadang di sebut narrative fiction, prose fiction atau hanya fiction saja. Dalam bahasa Indonesia istilah tadi sering di terjemahkan menjadi cerita rekaan dan di definisikan sebagai bentuk cerita tau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang si hasilkan oleh daya khayal atau imajinasi.
Dalam kesusastraan indonesia dikenal dengan jenis prosa lama dan prosa baru :
a)      Prosa lama :
1.       Dongeng – dongeng.
2.       Hikayat.
3.       Sejarah.
4.       Epos.
5.       Cerita pelipur lara.
b)       Prosa baru meliputi :
1.       Cerita pendek.
2.       Roman/novel.
3.       Biografi.
4.       Kisah.

C.     NILAI-NILAI DALAM PROSA FIKSI

Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau karya sastra (prosa fiksi) langsung tau tidak langsung membawakan moral, pesan atau ceritaNilai yang diperoleh para pembaca lewat sastra, yaitu :
1.           Prosa fiksi memberikan kesenangan.
2.           Prosa fiksi memberikan informasi.
3.           Prosa fiksi memberikan warisan kultural.
4.           Prosa memberikan keseimbangan wawasan.

Berkenaan dengan moral , karya satra dapat di bagi menjadi dua : Karya sastra yang menyurakan aspirasi jamannya, dan karya satra yang menyuarakan gejolak jamananya, ada juga yang tentunya menyuarakan kedua-duanya.

D.    ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN  PUISI

Puisi  termasuk satra,sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang/unsur dari kebudayaan. Kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinnya dengan menggunakan :
1.       Figura bahasa (figutrative language ) seperti gaya personifikasi,metafora,perbandingan,alegori sehingga puisi menjadi segar hidup,menarik dan member kejelasan gambaran angan.
2.       Kata-kata  yang ambiqiuitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
3.       Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
4.       Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.
5.       Pengulangan yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang di lukiskan,sehingga lebih menggugah hati.

Alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar, yaitu :
1.       Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
2.       Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual.
3.       Puisi dan keinsyafan sosial.

Secara imaginatif puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa:
1.       Penderitaan atas ketidak adilan.
2.       Perjuangan untuk kekuasaan.
3.       Konflik dan sesamanya.


4.       Pemberantakan terhadap hukum tuhan.

ILMU BUDAYA DASAR - BAB 2 : MANUSIA dan KEBUDAYAAN

22.52.00 0 Comments

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN


A.     MANUSIA

Manusia memiliki peranan penting di alam dunia, dan dipandang dari banyak segi dan kepentingan. Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia atau alat analisa bagi tingkah laku manusia.

Manusia terdiri dari 4 unsur yang saling terkait, yaitu :
a.    Jasad     : Badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba dan difoto dan menempati ruang dan waktu.
b.    Hayat      : Mengandung unsur hidup yang ditandai dengan gerak.
c.     Ruh    : Bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang berifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
d.    Nafs          : Dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tenang diri sendiri.

Manusia sebagai satu kepribadian mengandung 3 unsur, yaitu :
a.    Id, merupakan struktur kepribadaian yang paling primitif dan palng tidak nampak.
b.    Ego, merupakan bagian atau struktur kepribadaian yang pertama kali disebut sebagai kepribadaian “eksekutif” karena pernanannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain.
c.     Superego, merupakan kesatuan standar-standar morl yang diterima oleh ego dari sjumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri (eksternal), biasanya merupakan asimilasi dari pandangan-pandangan orang tua.

B.     HAKEKAT MANUSIA

a.    Manusia ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
Tubuh merupakan materi yang berwujud dapat dirasa, di raba , tetapi tidak abadi. Sedangkan, Jiwa merupakan roh sebagai penggerak dan sumber kehidupan.

b.    Makhluk cipaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya.
Kesempurnaan terletak pada adab dan budayanya, karena manusia di lengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat di dalam jiwa manusia.Dengan akal (ratio) manusia mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Daya rasa (perasaan manusia itu ada dua macam, yaitu :
1.       Perasaan Inderawi yaitu rangsangan jsmani melalui pancaindra, tingkatnya rendah dan terdapat pada diri manusia dan hewan.
2.       Perasaan rohani yaitu perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia, misalnya :
Ø  Perasaan intelektual, yaitu petasaan yang berkenaan dengan pengetahuan.
Ø  Perasaan estetis, yaitu perasaan yang berkenan dengan keindahan.
Ø  Perasaan etis, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kebaikan.
Ø  Perasaan diri, yaitu perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada kelebihan dari yang lain.
Ø  Perasaan sosial, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kelompok atau korp atau hidup bermasyarakat, ikut merasakan kehidupan orang lain.
Ø  Perasaan religious, yaitu perasaan yang berkenaan dengan agama atau kepercayaan.

c.     Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi.
Manusia adalah produk dari saling tindak atau interaksi faktor-faktor hayati dan budayawi. Sebagai mahluk budayawi manusia dapat di pelajari dari segi-segi : kemasyarakatan, kekerabatan, psikologi sosial, kesenian, ekonomi, perkakas, bahasa dan sebagainya.

d.    Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
Soren Kienkegaard seorang filsuf Denmark pelopor ajaran “eksistensialisme” memandang manusia dalam konteks kehidupan konkrit adalah mahluk alamiah yang terikat dengan lingkungannya (ekologi). Hidup manusia mempunyai tiga syaraf, yaitu estetis,etis dan religius.


C.     KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR

                Francis L.K Hsu, sarjana Amerika keturunan Cina yang mengkombinasikan dalam dirinya keahlian di dalam ilmu atropologi, ilmu psikologi, ilmu filsafat dan kesastraan cina klasik. Karya tulisnya berjudul Psychological Homeostatis Cina Klasik. Majalah American Anthropologist,
jilid 73 tahun 1971, H. 23-24.

                Hsu telah mengembangkan suatu konsepsi, bahwa dalam jiwa manusia sebagai makhluk sosial budaya itu menganung 8 daerah yang seolah-olah seperti lingkaran-lingkaran konsentris sekitar diri pribadi, sbb:
                0. Lingkungan dunia luar.
                1. Lingkaran hubungan jauh.
                2. Lingkungan hubungan berguna.
                3. Lingkungan hubungan karib.
                4. Kesadaran yag dinyatakan (expressed conscious).
                5. Keadaran yang tak dinyatakan (unexpresses concious).
                6 & 7. Daerah tak sadar dan sub sadar.

                Usulan Francis L.K.Hsu, agar para ahli psikologi tidak hanya memakai konsep barat mengenai kepribadaian itu, tetapi juga memperhatikan unsur hubungan mesra dan bakti. Dalam konsep Jen, manusia yang selaras dan kepribadiannya dengan lingkungan sekitarnya, terutama lingkungan sekitarnya yang paling dekat dan paling serius, kepada siapa ia dapat mencurahkan rasa cinta, kemesraan dan baktinya.

D.    PENGERTIAN KEBUDAYAAN

Dua orang antropolog termuka yaitu Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa Cultural Determinism berarti segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat di tentukan adanya oleh kebudayaan yang di miliki masyarakat itu. Herkovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang superorganic, karena kebudayaan yang turun menurun dari generasi ke generasi hidup terus.

Kebudayaan jika dikaji dari asal kata bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere yang berarti mengolah tanah, jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya”.

Seorang antropolog yaitu E.B.Tylor (1871) mendfinisikan kebudayaan sebagai berikut:
Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan lain serta kebiasaan yang di dapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Definisi lain ;
Ø  Selo Sumarjan dan Soelaeman Soeardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
Ø  Sutan Takdir Alisyahbana mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari cara berfikir.
Ø  Koentjaraningrat mengatakan bahwa kebudayaan antara lain berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus diibiasakan dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.
Ø  A.L krober dan C.Kluckhon mengatakan bahwa kebudayaan adalah menifestasi atau penjelmaan kerja jiwa manusia dalam arti seluas luasnya.
Ø  C.A.Van Peursen mengatakan kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dakehidupan setiap kelompok orang-orang, berlainan dengan hewan-hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja ditengah alam, melainkan selalu mengubah alam.

Sistem nilai dan gagasan utama sebagai hekekat kebudayaan terwujud dalam tiga sistem kebudayaan secara terperinci, yaitu sistem ideology, sistem sosial dan sistem teknologi.

E.      UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN

Beberapa orang sarjana, telah mencoba merumuskan unsur-unsur pokok kebudayaan misalnya Melville J. Herkovits mengajukan pendapatnya tentang unsur kebudayaan di katakana bahwa ada empat unsur dalam kebudayaan yaitu, alat-alat teknologi, sistem ekonomi, keluarga dan kekuatan politik. Sedangkan Bronislaw Malinowski mengatakan bahwa unsur-unsur itu terdiri dari sitem norma, organisasi ekonomi, alat-alat atau lembaga ataupun petugas pendidikan dan ornagisasi kekuatan.

C.Kluckhohn di dalam karyanya berjudul Universal Categories Of Culture mengemukakan bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal yaitu :

1.       Sistem Religi (sistem kepercayaan) : Produk manusia sebagai homo religious.
2.       Sistem organisasi kemasyarakatan : Produk homo socius.
1.       Sistem pengetahuan : Produk manusia sebagai sapiens.
2.       Sistem mata pencarian hidup dan sistem-sietem ekonomi : Produk manusia homo economicus menjadikan tingkat kehidupan anusia secara umum terus meningkat.
3.       Sistem Teknologi dan Peralatan : Produk dari manusia sebagai homo faber.
4.       Bahasa : Produk dari manusia sebagai homo longuens.
5.       Kesenian : Hasil dari manusia sebagai homo aesteticus.

F.      WUJUD KEBUDAYAAN

Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu:
1.       Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia.
2.       Kompleks aktivitas.
3.       Wujud sebagai benda.

G.    ORIENTASI NILAI BUDAYA

Menurut C. Kluckhohn dalam karyanya Variations in Value Orientation (1961), Sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :
1.       Hakekat hidup manusia ( MH )
2.       Hakekat karya manusia ( MK )
3.       Hakekat waktu manusia ( WM )
4.       Hakekat alam manusia ( MA )
5.       Hakekat hubungan manusia ( MN )

H.    PERUBAHAN BUDAYA

Masyarakat dan kebudayaan di manapun selalu dalam keadaan berubah,sekalipun masyarakat dan kebudayaan primitive yang terisolasi dari berbagai hubungan dengan masyarakat lainnya. Tidak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak.
            Terjadinya gerak/ perubahan ini di sebabkan oleh beberapa hal :
1.          Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri.
2.          Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup.

Perubahan kebudayaan atau akulturasi terjadi apabila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu di hadapkan pada unsur-unsur suatu kebudayaan asing yang berbeda. Proses migrasi besar-besaran, dahulu kala mempermudah berlangsungnya akulturasi tersebut. Beberapa masalah yang menyangkut proses tadi adalah :
a.       Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang mudah diterima
b.      Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang sulit di terima
c.       Individu-individu manakah yang cepat menerima unsur-unsur yang baru
d.      Ketegangan-ketegangan apakah yang timbul sebagai akibat akulturasi tersebut.

1)      Unsur kebudayaan asing yang mudah diterima :
a.       Unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan.
b.      Unsur yang membawa manfaat besar.
c.       Unsur yg mudah disesuaikan engan keadaan masyarakat yang menerima unsur tersebut.
2)      Unsur kebudayaan yang sulit diterima :
a.       Unsur yang menyangkut sistem kepercayaan
b.      Unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi

3)      Generasi muda yang paling cepat menerima unsur kebudayaan asing dalam proses akulturasi.

4)      Masyarakat yang terkena proses akulturasi pasti ada kelompok individu yang sukar sekali atau bahkan tidak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.

I.       KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya.
Proses dialektis tercipta melalui tiga tahap, yaitu :
1.       Eksternalisasi, proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun duniannya.
2.       Obyektivasi, proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif.

3.       Internalisasi, proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia.

Follow me @mutiakasih27