Senin, 01 Desember 2014

ILMU BUDAYA DASAR - BAB 3 KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSTRAAN



KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSTRAAN



A.     PENDEKATAN KESUSTRAAN

IBD, yang semula dinamakan Basic Humanities, berasal dari bahasa Inggris thr humanities. Istilah ini berasal dari bahasa Latin Humanus, yang berarti manusiawi, lebih berbudaya, dan lebih halus.

Sastra memiliki peranan penting. Karena mempergunakan bahasa, sastra lebih mudah berkomunikasi karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi, dan sastra juga didukung oleh cerita.

Orientasi the Humanities adalah ilmu : Dengan mempelajari satu sebagai dari disiplin ilmu yang mencakup dalam the humanities, mahasiswa di harapkan dapat menjadi homo humanus yang lebih baik.

B.     ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA

Istilah prosa banyak pandangannya. Kadang-kadang di sebut narrative fiction, prose fiction atau hanya fiction saja. Dalam bahasa Indonesia istilah tadi sering di terjemahkan menjadi cerita rekaan dan di definisikan sebagai bentuk cerita tau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang si hasilkan oleh daya khayal atau imajinasi.
Dalam kesusastraan indonesia dikenal dengan jenis prosa lama dan prosa baru :
a)      Prosa lama :
1.       Dongeng – dongeng.
2.       Hikayat.
3.       Sejarah.
4.       Epos.
5.       Cerita pelipur lara.
b)       Prosa baru meliputi :
1.       Cerita pendek.
2.       Roman/novel.
3.       Biografi.
4.       Kisah.

C.     NILAI-NILAI DALAM PROSA FIKSI

Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau karya sastra (prosa fiksi) langsung tau tidak langsung membawakan moral, pesan atau ceritaNilai yang diperoleh para pembaca lewat sastra, yaitu :
1.           Prosa fiksi memberikan kesenangan.
2.           Prosa fiksi memberikan informasi.
3.           Prosa fiksi memberikan warisan kultural.
4.           Prosa memberikan keseimbangan wawasan.

Berkenaan dengan moral , karya satra dapat di bagi menjadi dua : Karya sastra yang menyurakan aspirasi jamannya, dan karya satra yang menyuarakan gejolak jamananya, ada juga yang tentunya menyuarakan kedua-duanya.

D.    ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN  PUISI

Puisi  termasuk satra,sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang/unsur dari kebudayaan. Kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinnya dengan menggunakan :
1.       Figura bahasa (figutrative language ) seperti gaya personifikasi,metafora,perbandingan,alegori sehingga puisi menjadi segar hidup,menarik dan member kejelasan gambaran angan.
2.       Kata-kata  yang ambiqiuitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
3.       Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
4.       Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.
5.       Pengulangan yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang di lukiskan,sehingga lebih menggugah hati.

Alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar, yaitu :
1.       Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
2.       Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual.
3.       Puisi dan keinsyafan sosial.

Secara imaginatif puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa:
1.       Penderitaan atas ketidak adilan.
2.       Perjuangan untuk kekuasaan.
3.       Konflik dan sesamanya.


4.       Pemberantakan terhadap hukum tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow me @mutiakasih27