Senin, 01 Desember 2014

ILMU BUDAYA DASAR - BAB 2 : MANUSIA dan KEBUDAYAAN


MANUSIA DAN KEBUDAYAAN


A.     MANUSIA

Manusia memiliki peranan penting di alam dunia, dan dipandang dari banyak segi dan kepentingan. Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia atau alat analisa bagi tingkah laku manusia.

Manusia terdiri dari 4 unsur yang saling terkait, yaitu :
a.    Jasad     : Badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba dan difoto dan menempati ruang dan waktu.
b.    Hayat      : Mengandung unsur hidup yang ditandai dengan gerak.
c.     Ruh    : Bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang berifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
d.    Nafs          : Dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tenang diri sendiri.

Manusia sebagai satu kepribadian mengandung 3 unsur, yaitu :
a.    Id, merupakan struktur kepribadaian yang paling primitif dan palng tidak nampak.
b.    Ego, merupakan bagian atau struktur kepribadaian yang pertama kali disebut sebagai kepribadaian “eksekutif” karena pernanannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain.
c.     Superego, merupakan kesatuan standar-standar morl yang diterima oleh ego dari sjumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri (eksternal), biasanya merupakan asimilasi dari pandangan-pandangan orang tua.

B.     HAKEKAT MANUSIA

a.    Manusia ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
Tubuh merupakan materi yang berwujud dapat dirasa, di raba , tetapi tidak abadi. Sedangkan, Jiwa merupakan roh sebagai penggerak dan sumber kehidupan.

b.    Makhluk cipaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya.
Kesempurnaan terletak pada adab dan budayanya, karena manusia di lengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat di dalam jiwa manusia.Dengan akal (ratio) manusia mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Daya rasa (perasaan manusia itu ada dua macam, yaitu :
1.       Perasaan Inderawi yaitu rangsangan jsmani melalui pancaindra, tingkatnya rendah dan terdapat pada diri manusia dan hewan.
2.       Perasaan rohani yaitu perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia, misalnya :
Ø  Perasaan intelektual, yaitu petasaan yang berkenaan dengan pengetahuan.
Ø  Perasaan estetis, yaitu perasaan yang berkenan dengan keindahan.
Ø  Perasaan etis, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kebaikan.
Ø  Perasaan diri, yaitu perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada kelebihan dari yang lain.
Ø  Perasaan sosial, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kelompok atau korp atau hidup bermasyarakat, ikut merasakan kehidupan orang lain.
Ø  Perasaan religious, yaitu perasaan yang berkenaan dengan agama atau kepercayaan.

c.     Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi.
Manusia adalah produk dari saling tindak atau interaksi faktor-faktor hayati dan budayawi. Sebagai mahluk budayawi manusia dapat di pelajari dari segi-segi : kemasyarakatan, kekerabatan, psikologi sosial, kesenian, ekonomi, perkakas, bahasa dan sebagainya.

d.    Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
Soren Kienkegaard seorang filsuf Denmark pelopor ajaran “eksistensialisme” memandang manusia dalam konteks kehidupan konkrit adalah mahluk alamiah yang terikat dengan lingkungannya (ekologi). Hidup manusia mempunyai tiga syaraf, yaitu estetis,etis dan religius.


C.     KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR

                Francis L.K Hsu, sarjana Amerika keturunan Cina yang mengkombinasikan dalam dirinya keahlian di dalam ilmu atropologi, ilmu psikologi, ilmu filsafat dan kesastraan cina klasik. Karya tulisnya berjudul Psychological Homeostatis Cina Klasik. Majalah American Anthropologist,
jilid 73 tahun 1971, H. 23-24.

                Hsu telah mengembangkan suatu konsepsi, bahwa dalam jiwa manusia sebagai makhluk sosial budaya itu menganung 8 daerah yang seolah-olah seperti lingkaran-lingkaran konsentris sekitar diri pribadi, sbb:
                0. Lingkungan dunia luar.
                1. Lingkaran hubungan jauh.
                2. Lingkungan hubungan berguna.
                3. Lingkungan hubungan karib.
                4. Kesadaran yag dinyatakan (expressed conscious).
                5. Keadaran yang tak dinyatakan (unexpresses concious).
                6 & 7. Daerah tak sadar dan sub sadar.

                Usulan Francis L.K.Hsu, agar para ahli psikologi tidak hanya memakai konsep barat mengenai kepribadaian itu, tetapi juga memperhatikan unsur hubungan mesra dan bakti. Dalam konsep Jen, manusia yang selaras dan kepribadiannya dengan lingkungan sekitarnya, terutama lingkungan sekitarnya yang paling dekat dan paling serius, kepada siapa ia dapat mencurahkan rasa cinta, kemesraan dan baktinya.

D.    PENGERTIAN KEBUDAYAAN

Dua orang antropolog termuka yaitu Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa Cultural Determinism berarti segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat di tentukan adanya oleh kebudayaan yang di miliki masyarakat itu. Herkovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang superorganic, karena kebudayaan yang turun menurun dari generasi ke generasi hidup terus.

Kebudayaan jika dikaji dari asal kata bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere yang berarti mengolah tanah, jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya”.

Seorang antropolog yaitu E.B.Tylor (1871) mendfinisikan kebudayaan sebagai berikut:
Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan lain serta kebiasaan yang di dapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Definisi lain ;
Ø  Selo Sumarjan dan Soelaeman Soeardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
Ø  Sutan Takdir Alisyahbana mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari cara berfikir.
Ø  Koentjaraningrat mengatakan bahwa kebudayaan antara lain berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus diibiasakan dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.
Ø  A.L krober dan C.Kluckhon mengatakan bahwa kebudayaan adalah menifestasi atau penjelmaan kerja jiwa manusia dalam arti seluas luasnya.
Ø  C.A.Van Peursen mengatakan kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dakehidupan setiap kelompok orang-orang, berlainan dengan hewan-hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja ditengah alam, melainkan selalu mengubah alam.

Sistem nilai dan gagasan utama sebagai hekekat kebudayaan terwujud dalam tiga sistem kebudayaan secara terperinci, yaitu sistem ideology, sistem sosial dan sistem teknologi.

E.      UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN

Beberapa orang sarjana, telah mencoba merumuskan unsur-unsur pokok kebudayaan misalnya Melville J. Herkovits mengajukan pendapatnya tentang unsur kebudayaan di katakana bahwa ada empat unsur dalam kebudayaan yaitu, alat-alat teknologi, sistem ekonomi, keluarga dan kekuatan politik. Sedangkan Bronislaw Malinowski mengatakan bahwa unsur-unsur itu terdiri dari sitem norma, organisasi ekonomi, alat-alat atau lembaga ataupun petugas pendidikan dan ornagisasi kekuatan.

C.Kluckhohn di dalam karyanya berjudul Universal Categories Of Culture mengemukakan bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal yaitu :

1.       Sistem Religi (sistem kepercayaan) : Produk manusia sebagai homo religious.
2.       Sistem organisasi kemasyarakatan : Produk homo socius.
1.       Sistem pengetahuan : Produk manusia sebagai sapiens.
2.       Sistem mata pencarian hidup dan sistem-sietem ekonomi : Produk manusia homo economicus menjadikan tingkat kehidupan anusia secara umum terus meningkat.
3.       Sistem Teknologi dan Peralatan : Produk dari manusia sebagai homo faber.
4.       Bahasa : Produk dari manusia sebagai homo longuens.
5.       Kesenian : Hasil dari manusia sebagai homo aesteticus.

F.      WUJUD KEBUDAYAAN

Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu:
1.       Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia.
2.       Kompleks aktivitas.
3.       Wujud sebagai benda.

G.    ORIENTASI NILAI BUDAYA

Menurut C. Kluckhohn dalam karyanya Variations in Value Orientation (1961), Sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :
1.       Hakekat hidup manusia ( MH )
2.       Hakekat karya manusia ( MK )
3.       Hakekat waktu manusia ( WM )
4.       Hakekat alam manusia ( MA )
5.       Hakekat hubungan manusia ( MN )

H.    PERUBAHAN BUDAYA

Masyarakat dan kebudayaan di manapun selalu dalam keadaan berubah,sekalipun masyarakat dan kebudayaan primitive yang terisolasi dari berbagai hubungan dengan masyarakat lainnya. Tidak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak.
            Terjadinya gerak/ perubahan ini di sebabkan oleh beberapa hal :
1.          Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri.
2.          Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup.

Perubahan kebudayaan atau akulturasi terjadi apabila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu di hadapkan pada unsur-unsur suatu kebudayaan asing yang berbeda. Proses migrasi besar-besaran, dahulu kala mempermudah berlangsungnya akulturasi tersebut. Beberapa masalah yang menyangkut proses tadi adalah :
a.       Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang mudah diterima
b.      Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang sulit di terima
c.       Individu-individu manakah yang cepat menerima unsur-unsur yang baru
d.      Ketegangan-ketegangan apakah yang timbul sebagai akibat akulturasi tersebut.

1)      Unsur kebudayaan asing yang mudah diterima :
a.       Unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan.
b.      Unsur yang membawa manfaat besar.
c.       Unsur yg mudah disesuaikan engan keadaan masyarakat yang menerima unsur tersebut.
2)      Unsur kebudayaan yang sulit diterima :
a.       Unsur yang menyangkut sistem kepercayaan
b.      Unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi

3)      Generasi muda yang paling cepat menerima unsur kebudayaan asing dalam proses akulturasi.

4)      Masyarakat yang terkena proses akulturasi pasti ada kelompok individu yang sukar sekali atau bahkan tidak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.

I.       KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya.
Proses dialektis tercipta melalui tiga tahap, yaitu :
1.       Eksternalisasi, proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun duniannya.
2.       Obyektivasi, proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif.

3.       Internalisasi, proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow me @mutiakasih27