Senin, 01 Desember 2014

ILMU BUDAYA DASAR - BAB 4 MANUSIA DAN CINTA KASIH



MANUSIA DAN CINTA KASIH




A.     PENGERTIAN CINTA KASIH

Menurut kamus bahasa indonesia karya W.J.S Poerwadaminta, Cinta adalah rasa sangat suka atau sayang, ataupun sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan, Kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.

Pengertian tentang cinta di kemukaan oleh Dr.Sarlito W. Sarwono, d ikatakannya bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu keterkaitan, keintiman, dan kemesraan.

Di dalam kitab suci Al-quran  di temui adanya fenomena cinta yang bersembunyi di dalam jiwa manusia. Cinta memiliki tiga tingkatan : tinggi, menengah, dan rendah. Tindakan cinta tersebut di atas adalah berdasarkan firman Allah dalam surat At-taubah ayat 24.

Cinta tingkat tinggi adalah  cinta kepada Allah, Rasulullah dan berjihad di jalan Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat. Cinta tingkat rendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga,kerabat,harta dan tempat tinggal. Beraneka ragam cinta tingkat rendah :
1.       Cinta kepada thagut (setan).
2.       Cinta berdasarkan hawa nafsu.
3.       Cinta yang lebih mengutamakan kecintaan pada orang tua, anak, istri, perniagaan dan tepat tinggal.

Hikmah cinta adalah sangat besar hanya orang yang telah di beri kefahaman dan kecerdasan oleh Allah sajalah yang mampu merenungkannya. Di antara hikmah-hikmah tersebut adalah :
1.       Sesungguhnya cinta itu adalah merupakan ujian yang berat dan pahit dalam kehidupan manusia, karena setiap cinta akan mengalami berbagai macam rintangan.
2.       Bahwa fenomena cinta yang telah melekat di dalam jiwa manusia merupakan pendorong dan pembangkit yang paling besar di dlam melestarikan kehidupan lingkungan.
3.       Bahwa fenomena cinta merupakan faktor utama di dalam kelnjutan hidup manusia dalam kenal-mengenal antar mereka.
4.       Fenomena cinta, jika di perhatikan merupakan pengingat yang paling kuat di dalam hubungan antar anggota keluarga, kerukunan bermasyarakat , mengasihi sesama mahluk hidup, menegakkan keamanan, ketentraman dan keselamatan di segala penjuru bumi.

B.     CINTA MENURUT AJARAN AGAMA

Berbagai bentuk cinta ini bisa kita dapatkan dalam kitab suci Al-Qur’an :
·         Cinta diri.
·         Cinta kepada sesama manusia.
·         Cinta seksual.
·         Cinta kebapakan.
·         Cinta kepada allah.
·         Cinta kepada rasul.
                              
C.     KASIH SAYANG

Kasih sayang adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.

D.    KEMESRAAN

Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam.

E.      PEMUJAAN

Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.

F.      BELAS KASIHAN

Dalam surat Yohanes di jelaskan ada tiga macam cinta. Cinta agape ialah cinta manusia kepda tuhan, Cinta philia ialah cinta ibu bapaknya (orang tua) dan saudara dan ke tiga cinta Amor/eros ialah cinta antara pria dan wanita.
Cara - cara menumpahkan belas kasihan bergantung kepada situasi dan kondisi.

G.    CINTA KASIH EROTIS

Cinta kasih erotis yaitu kehausan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang lainnya. Cinta kasih erotis bersifat eksklusif, bukan universal, dan cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya. Cinta kasih erotis kerap kali dicampur baurkan dengan pengalaman ynag eksplosif berupa jatuh cinta. Jika cinta kasih erotis tidak merupakan cinta kasih kesaudaraan, ia hanya akan membawa kita kepada penyatuan yang bersifat orgiastis dan sementara saja. Dalam cinta kasih erotis terdapat eksklusivitas yang tidak terdapat dalam cinta kasih persaudaraan dan cinta kasih keibuan.



Dengan demikian maka baik pandangan cinta kasih erotis merupakan antraksi individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain dari pada perbuatan kemauan, kedua-duanya benar, atau lebih tepat jika di katakan bahwa tidak terdapat pada yang satu, juga tidak pada orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow me @mutiakasih27